This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2011

Nyalin jawaban

Suatu hari orangtua amin dipanggil kepala sekolah
kepsek: “anak bapak telah menyontek amir.”
ortu : “anak saya tidak pernah menyontek kalau menyontek buktinya apa?”
kepsek: “ini soal no 1 siapa pahlawan dari aceh?amir menjawab cut nyak dien amin juga menjawab sama.”
ortu : “itu kan suatu kebetulan.”
kepsek: “tapi soal no 2 siapa yg membunuh ken arok? amir menjawab gue nggak tau dan amin juga menjawab apalagi gue, nggak tau.”
ortu : “itu mah namanya anak saya bukan nyontek pak, tapi menyalin jawaban!!!”
kepsek: "aaah, si Bapak, lama lama saya sembelih juga nih"
ortu: "lah, apa urusan nya sama semelih?"
kepsek: "karena saya kesal sama bapak!!" :D

Sama-sama Miring

Seorang anak muda yang kesehariannya nongkrong di lampu merah. Suatu hari ia nongkrong memakai sendal jepit yang sudah tua sekali, kemudian ia melihat seorang pejabat dengan mobilnya yang sangat bagus berhenti karena berpaspasan lampu merah dan si anak muda mendekati mobil tersebut sambil mengetuk kaca mobil yang dikendarai oleh sang pejabat. Si bapak menurunkan kaca mobilnya dan bertanya “ada apa dik”, dan si anak muda tersebut mengatakan,
“Pak, gimana kalo mobil bapak yang bagus ini ditukar dengan sendal jepitku”
si bapak mengatakan sambil melihat sendal yang dipakai oleh anak muda itu,
“Kamu udah gila ya, masak mobil mau ditukar sama sendal jepit”
Dan si anak muda mengatakan,
“Nggak kok pak, aku cuman test sama bapak ya siapa tau kalo otak bapak yang miring”.

Anjing "Buluk"

Di suatu desa konon terdapat kolam yang ajaib , yang konon bisa merubah muka dan tubuh orang. Suatu hari ada seorang wanita tua yang datang kesana , di depan kolam itu dia bertemu bapak-bapak seumurannya. si ibu berkata ” pa apa bener nih kolam ajaib yang bisa ngerubah muka orang “.
ga tau atuh neng , gosip eta mah neng , coba aja neng kata si bapa . tiba- tiba si ibu teriak saya ingin jadi bella safira , jebur si ibu nyemplung , pas keluar “ajaib si ibu berubah mukanya.
si bapak itu kaget setengah mati “wah kok bisa ngerubah saya juga ingin ”
kata si bapa . lalu si bapak itupun nyemplung ke kolam dgn berteriak ingin
jadi jeremi thomas , akhirnya wajah si bapak itu pun berubah. Ternyata disitu ada pemuda yang melihatnya ia pun ingin merubah mukanya , lalu ia bertanya kepada si bapak itu bagaimana caranya setelah di beritahu ia langsung mempraktekkannya . ia mengambil ancang -ancang . dengan
sekuat tenaga ia berlari , menuju kolam “saya ingin jadi… ” tiba -tiba ia
tersandung batu dan berkata “anjing buluk” , jeburrrr…

Hitam Semuanya

Alkisah di negara Afrika sana, manusia yang paling hitam adalah yang paling hebat! Hitam dalam arti hitam segala-galanya, itulah Negro Sejati! Ada 3 orang anak kecil yang sedang membandingkan kehitaman Bapaknya.
Anak yang ke 1 : ” Babe gue kemarin sedang ngupas Apel, eh..tangannya
terluka, DARAH nya HITAM!!!!…
Anak yang ke 2 : “Papi ku kemarin sedang benerin Parabola,eh..terjatuh
sampai patah tulang, TULANG nya HITAM !!!”
Anak yang ke 3, nggak mau kalah hebat : “Hm.. itu belum seberapa,tadi
malam waktu kami sedang nonton TV diruang keluarga, tiba-tiba Bokap
gua KENTUT, …..e-eh,…tiba tiba seluruh ruangan jadi GELAP !!!!!!”

hahahahaha

Kamu Tuh Ngaku aja

Seorang guru Sejarah memberikan pertanyaan kepada murid-muridnya,
“Anak-anak, siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945?”
Murid-murid semua diam seribu bahasa. Karena hingga menjelang usai jam pelajaran belum satu murid pun menjawab, sang guru marah dan akhirnya menghukum seluruh muridnya berjemur di lapangan upacara hingga sore hari. Salah seorang murid tersebut, sebut saja Anto, tiba di rumah dengan menangis tersedu-sedu. Ayahnya yang keheranan bertanya,
“To, kenapa kamu? Berkelahi?”
Anto menjawab, “Bukan Pak, tapi kami dihukum jemur oleh pak Guru.” Ayahnya bertanya lagi, “Kenapa sampai dihukum?”
Anto menjawab, “Kami tidak menjawab siapa yang menulis Pancasila dan UUD 1945, pak” Tiba-tiba muka sang Ayah merah padam dan menampar anaknya itu sembari menghardik,
“Kenapa tidak mengaku saja "kalo kamu yang menulisnya!!!”